Hal yang harus diperhatikan Dalam merumuskan Masalah

Selamat Malam sobat blogger kembali lagi bersama saya, kali ini saya akan share Hal yang harus diperhatikan Dalam merumuskan Masalah. 2 hari yang lalu saya membahas mata kuliah yang sama dalam postingan saya

Baca Juga : 
1. Permasalahan Dalam Penelitian
2. Dasar-dasar metodologi penelitian

Langsung aja saya akan memberikan hal yang harus diperhatikan dalam melakukan suatu penelitian

1. Masalah harus dirumuskan dengan jelas dan tidak menimbulkan penafsiran yang berbeda

2. Rumusan masalah hendaknya dapat mengungkapkan hubungan antara dua variabel atau lebih.

3. Rumusan masalah hendaknya dinyatakan dalam kalimat tanya


Berikutnya dalam melakukan suatu pemilihan perumusan masalah kadang mengalami yang namanya kesalahan, dan kali ini saya akan membahas beberapa kesalahan yang terjadi dalam memilih permasalahan penelitian, dan sobat harus menghindarinya.

1. Permasalahan penelitian tidak diambil dari akar masalah yang sesungguhnya.

2. Permasalahan yang akan dipecahkan tidak sesuai dengan kemampuan peneliti baik dalam penguasaan teori, waktu, tenaga dan dana.

3. Permasalahan yang akan dipecahkan tidak sesuai dengan faktor-faktor pendukung yang ada.


4. Kemudian Agar penelitian dapat mengarah ke inti masalah yang sesungguhnya maka diperlukan pembatasan penelitian sehingga penelitian yang dihasilkan menjadi lebih fokus dan tajam.




Berikutnya kami akan membahas beberapa hal yang harus diperhatikan atau disarankan tentang bagaimana menulis rumusan masalah penelitian :

1. Dikemukakan dalam kalimat tanya (interogatif)
Rumusan dalam kalimat tanya sangat dianjurkan, karena dapat lebih bersifat khas dan tajam.

2. Rumusan hendaknya bersifat khas, tidak bermakna ganda. 
Suatu pertanyaan penelitian; Bagaimanakah pengaruh pemberian obat A pada fungsi ventrikel kiri? Tidak bersifat khas, karena fungsi ventrikel kiri dapat dilihat dari pelbagai segi.
Pertanyaan penelitian; Apakah pemberian obat berhubungan dengan peningkatan curah jantung? Lebih bersifat khas dan tidak dapat ditafsirkan lain.

3. Bila terdapat banyak pertanyaan penelitian, maka harus ditanyakan secara terpisah.
Contoh penggabungan pertanyaan penelitian ini yang sulit untuk dijawab dengan satu uji hipotesis. “Apakah pemberian kalium intravena akan menurunkan tekanan darah, menaikkan frekuensi nadi, dan tidak berpengaruh pada penampilan miokardium? Penguraian pertanyaan tersebut menjadi tiga pertanyaan terpisah akan lebih mudah dimengerti, yang masing-masing dapat diuji dengan uji hipotesis yang sesuai secara terpisah.

4. Rumusan hendaklah padat dan jelas.

5. Rumusan masalah harus berisi implikasi adanya data untuk memecahkan masalah.

6. Perumusan masalah haruslah dibatasi lingkupnya, sehingga memungkinkan penarikan simpulan yang tegas. 
Kalau disertai rumusan masalah yang bersifat umum, hendaknya disertai penjabaran-penjabaran yang spesifik dan poerasional
Sekian postingan yang sangat singkat ini semoga bisa bermanfaat, jika ada kekurangan dalam artikel ini mohon dimaklumi saya hanya memasukkan yang saya ketahui dan yang pernah saya pelajari.


SUBSCRIBE TO OUR NEWSLETTER

close